Salah satu tugas leader adalah membantu meningkatkan kepercayaan diri staf yang dipimpinnya. Namun, tidak semua leader berhasil menjalankan peran yang satu ini. Bahkan, beberapa diantaranya justru menjadi penghancur kepercayaan diri dan karir bawahannya. Sering saya melihat karyawan yang berkualitas dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, tiba-tiba tenggelam setelah berganti atasan. Kualitasnya tidak muncul lagi bahkan karirnya meredup.

Percaya Diri (PD) adalah faktor yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam pekerjaan. Berdasarkan observasi dan pengamatan saya, staf yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi cenderung lebih produktif dan termotivasi. Mengapa demikian? Ada tiga alasan yang cukup logis.

Pertama, orang yang PD lebih yakin mengenai masa depannya. Oleh karena itu, mereka lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan daripada khawatir memikirkan penilaian orang terhadap kualitas dirinya. Bagi orang yang percaya diri, ketidakpastian dan perubahan yang sering terjadi di tempat kerja adalah tantangan yang perlu ditakhlukkan.

Kedua, orang yang PD lebih cepat dalam mengambil keputusan dan memiliki inisiatif tinggi. Dia tidak akan menunggu instruksi atau cenderung tidak bergerak bila tidak ada atasan. Mereka adalah risk taker yang siap belajar dari kesalahan dan kegagalan. Berkebalikan dengan orang dengan tingkat PD rendah yang hanya mencari aman karena takut gagal.

Ketiga, orang dengan tingkat kepercayaan diri tinggi cenderung memberikan pengaruh positif dan meningkatkan moral rekan-rekan yang bekerja di sekitarnya. Orang yang paling PD dalam tim selalu dipercaya berada di garda depan untuk mewakili teman-temannya. Karena itu, lingkungan sekitar menaruh hormat padanya.

Anda bisa bisa bayangkan betapa menyenangkannya mempunyai bawahan dengan tingkat kepercayaan diri tinggi seperti yang Anda inginkan. Tentu tugas dan tanggung jawab akan terasa lebih ringan. Saat Anda memutuskan untuk menjadi leader yang mampu membuat staf Anda memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi ada 5 hal yang perlu dilakukan.

Tunjukkan Anda juga Percaya Diri

Staf yang Anda pimpin adalah cerminan diri Anda. Leader yang tidak percaya diri akan menghasilkan bawahan yang kurang percaya diri juga. Beberapa Leader cenderung tidak percaya diri ketika berhadapan dengan situasi yang cukup sulit. Ada supervisor yang justru bersembunyi dalam ruangannya ketika harus menghadapi customer yang komplain. Ada pula leader yang berlindung dibalik kesalahan stafnya ketika harus berhadapan dengan atasan yang sedang mengevaluasi kinerjanya.

Ketika menjadi pemimpin, sikap dan perilaku Anda akan menjadi model yang ditiru oleh bawahan. Energi Anda akan mempengaruhi energi tim. Jika leader terlihat tidak PD saat berhadapan dengan situasi sulit maka itulah yang akan terjadi pada stafnya. Jika sikap dan bahasa tubuh Anda terlihat tidak PD saat menghadapi senior leader atau berhadapan dengan klien dan stakeholder dengan status sosial lebih tinggi, maka itulah yang akan terjadi pada seluruh tim Anda.

Terbuka pada Ide dan Pemikirannya

Artinya, leader perlu menjalankan open door policy dalam hal komunikasi. Bawahan yang ide dan pemikirannya diterima secara terbuka akan merasa dihargai. Mereka juga akan lebih terbuka pada atasannya. Bahkan untuk hal yang bersifat pribadi, mereka tidak akan ragu untuk curhat. Orang yang merasa dihargai pada satu lingkungan, cenderung meningkat rasa percaya dirinya.

Lalu bagaimana jika ide dan pemikiran bawahan Anda ternyata tidak masuk akal atau salah menurut Anda? Tahan diri Anda untuk mengatakan “Itu salah. Lakukan saja seperti cara saya”.

Bila hal seperti itu terjadi, gali dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menyadarkan dia mengenai kesalahan idenya. Setelah itu, arahkan dia untuk mencari ide lain yang lebih masuk akal.

Pemimpin yang terlalu buru-buru menyalahkan ide dan mempunyai pola pikir “ide saya yang harus dijalankan” hanya akan menghasilkan staf “doer”, kurang inisiatif dan idenya tidak berkembang.

Berikan Pujian atas Hal Positif yang Dilakukannya

Kita semua tahu bagaimana rasanya ketika dipuji. Bukankan Anda juga merasa lebih percaya diri setelah dipuji? Persoalannya adalah banyak leader dan manager yang begitu pelit memberikan pujian. Seolah-olah mereka tidak punya waktu untuk melakukan hal ini. Atau bisa jadi mereka terlalu fokus pada dirinya sendiri sehingga luput memperhatikan hal-hal positif yang dilakukan bawahannya.

Dalam seminggu terakhir, berapa kali Anda memberikan pujian terhadap staf Anda? Silahkan jawab pertanyaan itu dan silahkan introspeksi diri.

Besarkan Hatinya Saat Mengalami Kegagalan atau Melakukan Kesalahan

Setiap orang pernah gagal dan melakukan kesalahan. Anda juga sangat mengetahui bagaimana rasanya ketika gagal. Anda juga tahu bagaimana rasanya ketika menyadari bahwa Anda telah melakukan kesalahan fatal yang seharusnya tidak dilakukan. Yang Anda perlukan saat itu adalah “DUKUNGAN”.

Apa yang Anda rasakan juga dirasakan oleh staf yang Anda pimpin. Ketika gagal yang mereka butuhkan adalah dukungan yang membesarkan hatinya. Banyak leader yang justru melakukan kritik keras saat bawahannya mengalami kegagalan. Bahkan ada yang langsung memberikan ancaman dengan konsekuensi-konsekuensi hukuman. Banyak leader yang melakukan upaya-upaya konfrontatif saat anak buahnya melakukan kesalahan.

Ketika bawahan Anda gagal, saat itulah Anda berperan sebagai orang tua yang membesarkan hatinya. Buat dia menyadari bahwa setiap orang bisa gagal meskipun hal-hal terbaik sudah dilakukan apalagi bila tidak dilakukan. Segera setelah dia siap secara emosional, lanjutkan ke tahap berikunya, ajak untuk melakukan evaluasi dan menentukan langkah-langkah perbaikan.

Berikan Tantangan dan Yakinkan Bahwa Mereka Mampu

Ada area-area dimana seseorang merasa kurang percaya diri. Untuk area-area dimana bawahannya terlihat kurang percaya diri dan merasa tidak mampu, seringkali atasan menjauhkan mereka dari hal itu. Tujuannya mungkin positif, yaitu untuk melindungi stafnya atau memastikan pekerjaan itu ditangani oleh orang yang tepat. Dengan cara itu mungkin tim akan menunjukkan kinerja yang memuaskan dan kredit positif sudah pasti untuk leadernya. Namun, jika dipertimbangkan lagi, Anda akan menyadari bahwa hal itu justru akan membuat staf Anda berada dalam comfort zone. Disisi lain, mereka yang dipandang mampu dan diberikan tanggung jawab tetap akan merasa jenuh dengan pekerjaan yang monoton. Akibatnya, ada potensi bagi Anda untuk kehilangan satu orang yang mumpuni dan hanya tersisa satu orang yang terjebak dalam comfort zone. Anda bisa bayangkan bagaimana akhir cerita tim ini.

Memberikan kesempatan dan tantangan berpeluang untuk membuat staf Anda menaikkan level kepercayaan dirinya. Ketika pertama kali memberikan kesempatan itu, memang ada kemungkinan dia tidak sempurna, atau bahkan gagal. Saat itulah Anda tampil sebagai pendukung.

Yang perlu kita yakini sebagai leader adalah, jam terbang yang cukup akan membuat mereka lebih baik. Dan bila mereka merasa semakin baik pada area yang cukup menantang sebelumnya, tentu level kepercayaan dirinya juga akan naik. Saya yakin, Anda pasti juga pernah mengalami momen-momen seperti itu. Ingatlah saat pertama kali Anda presentasi, lalu bandingkan dengan kemampuan presentasi Anda sekarang. Jika melihat adanya perubahan, maka kesempatan dan jam terbang adalah salah satu faktor penting yang membuat Anda seperti sekarang ini.

Itulah lima cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri bawahan Anda. Percaya diri memang hal yang bersumber dari internal individu. Namun, juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Dan sebagai leader, jika Anda bisa menciptakan lingkungan yang bisa menumbuhkan PD tim Anda mengapa tidak coba dilakukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *